Taj Mahal, Keajaiban Dunia Yang Mulai Terkikis Polusi

Taj Mahal, Keajaiban Dunia Yang Mulai Terkikis Polusi

Sebagai seorang pria sejati tentunya kita akan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi orang terkasih kita, bahkan ketika orang terkasih kita sudah tiada, hal ini juga dilakukan oleh Munghal Shah Jahan yang menjadi salah satu kaisar dari India. Ia membangun sebuah bangunan yang sangat megah untuk mendiang istrinya demi menunjukkan betapa dirinya mencintai sang istri.

Ya, bangunan itu adalah Taj Mahal, salah satu bangunan yang menjadi keajaiban dunia dan berdiri kokoh dan megah serta menjadi ikon dari negara India. Untuk membangun Taj Mahal dibutuhkan waktu yang tidak sedikit. Dari mulai proses pembuatan hingga jadi mereka membutuhkan waktu hingga puluhan tahun. Bangunan ini juga menjadi makan dari istri kaisar.

Bangunan Taj Mahal sendiri memang tampak seperti Masjid dan dibangun pada awal tahun 1632 dengan total pekerja mencapai 22 ribu orang diantaranya adalah pemahat batu, kaligrafer. pengjaring serta designer bangunan yang direkrut dari berbagai penjuru negeri dan dunia.

Menurut Cultural India, pembangunan Taj Mahal menghabiskan waktu 22 tahun, dimana 10 tahunnya digunakan untuk membangun makan sang istri dan 12 tahun sisanya dipergunakan untuk menyelesaikan keseluruhan bangunan Taj Mahal.

Designer dari bangunan megah ini bernama Ustad Ahmed lahori. Kekokohan bangunan ini tidak perlu dipertanyakan, bahan yang digunakan untuk membangun adalah marbel putih untuk bagian mausoleum utama dan juga red sandstone untuk menopang dan memperkuat struktur bangunan serta memberikan aksen indah.

Bangunan indah ini berdiri kokoh di Agra, India. Bangunan ini juga menunjukkan rasa kasih sayang yang begitu dalam dari sang kaisar kepada istrinya. Banyak orang yang menyebut bangunan ini sebagai lambang cinta sejati. Memang tidak bisa dipungkiri, kisah cinta dibalik bangunan ini memang seperti kisah cinta di negeri dongeng.

Kisah cinta yang menyedihkan dibalik keindahan bangunan ini memang menjadi kisah yang menarik untuk diikuti. Keindahan dan rasa cinta dari bangunan ini tidak pernah akan luntur dan tersaingi karena bangunan ini adalah ungkapan rasa cinta yang begitu dalam dari sang kaisar kepada mendiang istri tercinta.